THE TPSDP Anugerah Bagi P3AI-QAC, LC, dan FT-UMS

Leadership, relevansi, akademik atmosfir, internal managemen, sustainability efiiency dan pruductivy (L-RAISE) perlu mendapatkan perhatian bagi jurusan-jurusan diperguruan tinggi dan program-program cakupan Universitas adalah motto paradikma baru pendidikan tinggi yang di-lounching oleh direktorat jenderal pendidikan tinggi (DIKTI) sebagai upaya perbaikan mutu pendidikan tinggi di Indonesia atau dikenal dengan Higher education long term strategy (HELTS-2003-2010).

Program ini membawa angin segar bagi perguruan-perguruan tinggi pada situasi sulit saat ini karena program ini menawarkan hibah pendanaan yang dikompetisikan secara fair kepada PTN maupun PTS. Alokasi dana hibah-hibah bersumber murni dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) maupun Loan dari Asia development bank, world bank atau lainnya. Jenis-jenis hibah yang ditawarkan antara lain: QUE, Semi-Que, DUE, DUE-Like, TPSDP, Retooling program, IM-HERE, INHERENT, PHK-A1, PHK-A2, PHK-A3, B dan hibah-hibah yang lain.

Program-program ini dikemas dengan guidelines yang sudah baku dari dirjend DIKTI dan sifat hibah sendiri dibuat tidak semata-mata investment based, tetapi semua komponen bersifat activity based dan diukur melalui outcomes-nya. Rancangan proposal program ke DIKTI diawali dengan pelaksanaan evaluasi diri dari masing-masing jurusan atau progdi, baik dengan cara root caused analisys maupun SWOT analisys.

Dari analisys tersebut dapat dikenali kelemahan utama yang ada, sehingga dapat dibuat alternatip pemecahan masalahnya, seperti: Perlunya pengembangan staff dan dosen, pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran, pengembangan metode pembelajaran, peningkatan iklim akademik melalui staff and student research grant dan teaching grant. Dari beberapa aktivitas diatas, tujuan utama yang hendak dicapai adalah: 1). Agar lulusan lebih marketable 2). Agar akademik atmosfer meningkat 3). Agar masa study lulusan dapat diperpendek 4). Agar IPK lulusan menjadi tinggi 5). Agar masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dapat diperpendek dengan penguasaan bahasa inggris yang baik.

Atas dukungan dan komitmen yang baik, dari Rektor, Dekan, ketua-ketua jurusan dengan dukungan sarana dan finamsial, pimpinan telah membentuk Task force atau gugus satuan tugas untuk merespon kebijakan Dirjend DIKTI sebagaimana disebutkan diatas. Diawali oleh task force jurusan teknik mesin pada tahun 2002, alhamdulillah jurusan teknik mesin bisa memenangkan hibah The Technological and Professional Skills Development Sector Project (TPSDP) batch II yang didanai oleh Asia Development Bank dan Pemerintah sebesar Rp. 9 Milliard kemudian pada tahun yang sama, jurusan teknik arsitektur juga mendapatkan hibah Semi-Que V sebesar Rp. 500.000.000,-.

Situasi ini memberikan dampak positip terhadap jurusan-jurusan dan unit-unit di UMS yang lain terdorong untuk membuat proposal sejenis, seperti PHK A1,A2 dan PMP, kemudian setahun berikutnya pada tahun 2003, jurusan teknik sipil memenangkan hibah TPSDP Batch III sebesar Rp. 9 Milliard, jurusan teknik kimia Rp. 10,5 Milliard, jurusan teknik elektro sebesar Rp. 9 Millirad dan didukung juga oleh Language centre (LC) dengan hibah TPSDP pula sebesar Rp. 1 Milliard. Tidak ketinggalan pula jurusan teknik industri fakultas teknik UMS menyusul dengan PRPU-nya memperoleh hibah kompetisi retooling program dari TPSDP dan terakhir P3AI sebagai quality assurance centre (QAC). Program TPSDP ini sampai sekarang masih berjalan, untuk jurusan mesin yang berjangka 4 tahun akan berakhir pada bulan Desember 2006 , sementara jurusan sipil, elektro, kimia dan language centre yang berjangka 3,5 tahun akan berakhir pada bulan Juni 2007, begitu juga P3AI sebesar 1 Milliard untuk 2 tahun dan akan berakhir juga pada juni 2007.

Hasil yang dapat dicapai selama implementasi project hingga sekarang dari aspek komponen pengembangan staff, jurusan mesin mengirimkan 2 staff dengan dana TPSDP untuk study lanjut program doktor di Queen Merry London satu diantaranya sudah akan selesai, kemudian 3 staff dikirim study master masing-masing di Manchester dan Loughborough Inggris sudah pulang dan satunya lagi masih berjalan di Curtin University of Technology Australia. Disamping study keluar Negeri, melalui TPSDP jurusan juga mengirim 4 staff untuk study S2 didalam Negeri sehingga semua staff di jurusan mesin hampir 100 % bergelar Master, selebihnya adalah doktor.

Kemudian jurusan teknik kimia melalui TPSDP juga mengirimkan staff untuk study lanjut atas dana TPSDP sebanyak 5 staff mengambil program doktor keluar Negeri, 1 orang di Sheffield dan 2 orang di New Castle Inggris , 1 orang di Universitas Water Loo Canada, 1 staff lagi di Swedia, sedangkam program master ada 5 staff study lanjut keluar Negeri, 2 orang sudah selesai dari Manchester Inggris, 1 staff sedang jalan di New Castle UK, 1 staff di Manchester dan satu lagi di Monash University Australia. Diluar apa yang disebutkan diatas ada 1 staff bukan atas dana TPSDP hampir selesai study program doktor di UTM Malaysia.

Selanjutnya jurusan teknik sipil melalui TPSDP mengirimkan juga staff untuk study program doktor 2 orang di Nothingham Inggris, 1 staff study master di Manchester dan 1 staff sudah selesai dari Loughborough Inggris. Sama seperti jurusan yang lain di jurusan teknik sipil juga ada 2 staff dikirim untuk study program doktor di dalam Negeri dan program master dalam Negeri 1 staff. Tidak ketinggalan pula jurusan teknik elektro, juga mengirimkan 4 staff program doktor, 1 staff di Glasgow Inggris, dan 3 staff di Curtin University of Technology Australia. Sedangkan program master ada 2 staff, 1 sudah selesai dari Inggris dan 1 staff lagi masih di Manchester. berikutnya program master dalam Negeri ada 2 staff, 1 di ITS dan 1 di UGM. disamping itu dari semua jurusan tersebut diatas masih banyak juga program non degree training baik didalam maupun keluar Negeri. Haruslah disyukuri keberadaan ini, karena mustahil hal ini dapat dicapai tanpa adanya TPSDP.

Komponen yang lain dari semua jurusan baik sipil, mesin, elektro maupun kimia, telah mengadakan minor renovasi ruang kelas dengan desain yang representatip ditunjang dengan furniture baru dan ber-AC yang keberadaannya bisa sharing dengan jurusan-jurusan di fakultas teknik. Hal ini dimaksudkan agar proses belajar mengajar menjadi nyaman dan lebih kondusif. Sisi lain yang juga mendapat perhatian adalah, dalam waktu dekat jurusan-jurusan ini juga akan memiliki fasilitas laboratorium yang akan dapat menciptakan link and match jurusan-jurusan di fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan dunia industri melalui riset-riset ungulan dan project bersama, sehingga sumberdaya dan sumberdana tidak hanya mengandalkan sumbangan pendidikan dari orangtua mahasiswa saja.

Menyadari bahwa manusia bersifat lemah, maka beberapa usaha ini tidak terlepas dari rahmat dan karunia Alloh SWT. Akhirnya teriring doa, semoga UMS,fakultas teknik UMS, P3AI yang secara khusus menggodog kualitas belajar mengajar di UMS dan QAC-nya dapat eksis dan bisa menjadi research University yang tidak hanya berdiri sejajar dengan Univeristas-Universitas swasta, tetapi dapat berdiri sejajar dengan Universitas-Universitas Negeri di Indonesia, dengan membuat bench marking dengan Universitas-Universitas di luar Negeri. Viva UMS.

*)Penulis adalah : Alumni dan dosen Jurusan teknik Mesin UMS(S1), UGM(S2), sebagai direktur SPMU-TPSDP-UMS dan reviewer hibah-hibah kompetisi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, juga pernah menjabat sebagi Wakil Dekan bidang kemahasiswaan tahun 1995-2000.

 
Copyright © 2012 LJM-UMS