Mengapa NTU?


"Catatan dari Singapura Bagian 2"
QAC-P3AI UMS mengirimkan stafnya, Drs. Abdullah Aly, M.Ag., ke NTU Singapura untuk mengikuti short course. Berikut lanjutan catatan mengenai apa yang yang dirasakan dan dapat dibagi dengan pengunjung Web QAC-UMS selama beliau di negara tetangga itu.

Secara jujur NTU bukanlah perguruan tinggi pertama yang saya pilih. Sebenarnya saya sudah diterima di Swinburne University of Technology (SUT), Australia. Saya diterima untuk mengikuti program kursus singkat (short course) tentang Training and Assessment: Learning Facilitation selama 2 bulan: Mei-Juli 2006 yang lalu. Bidang tersebut saya pilih dengan alasan bahwa bidang tersebut merupakan bidang yang selama ini saya tekuni sebagai seorang trainer atau fasilitator untuk workshop desain pembelajaran, workshop kecerdasan emosional, dan workshop kecerdasan spiritual. Sungguh saya kecewa, tiba-tiba kepesertaan saya dibatalkan secara sepihak oleh pihak SUT. Padahal seluruh beaya kursus sudah saya bayarkan. Saya mencoba untuk mencari tahu sebab pembatalan tersebut. Pihak SUT memberi jawaban yang tidak rasional, bahwa tahun ini SUT tidak menerima mahasiswa internasional. Saya katakan tidak rasional, karena sebelum saya mendaftarkan diri, saya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak STU (dalam hal ini dengan Sam Didic dan Coleen McGuire, masing-masing sebagai administrator dan co-ordinator Departement of Management) melalui email tentang kemungkinan mahasiswa Indonesia menjadi peserta. Ketika itu, pihak STU mengatakan: “bahwa program ini terbuka untuk semua mahasiswa dari negara mana pun!”

Sebagai seorang beriman, saya harus menerima kenyataan ini sebagai ujian kesabaran dari Allah SWT. Atas saran dari direktur TPSDP-UMS dan teman-teman dari QAC-P3AI, saya mencari perguruan tinggi lain yang memiliki program yang sesuai dengan minat saya. Hampir 1 bulan saya browsing ke internet tetapi belum berhasil. Suatu saat Wakil Rektor III, Dr. Ir. Waluyo Adisusilo, menunjukkan kepada saya bahwa NTU memiliki program yang saya minati. Saya segera browsing ke internet. Ternyata betul bahwa NTU memiliki sebuah pusat studi yang bernama Centre for Educational Development (CED). Selain CED, NTU juga memiliki sebuah institut yang concern di bidang pendidikan. Institut tersebut bernama National Institute of Education (NIE). CED dan NIE secara kolaboratif menawarkan program-program pendidikan yang sangat relevan dengan bidang yang dikembangkan oleh QAC-P3AI UMS. Dengan dorongan dari teman dan kolega saya di QAC-P3AI UMS, saya mendaftarkan diri ke CED untuk mengikuti “Short course Program” selama 2 bulan. Setelah wawancara dan teleconference melalui tilpon, saya diterima oleh CED untuk periode 1 bulan: 25 September – 20 Oktober 2006.

Saya memilih NTU sebagai tempat untuk ’mengaji’ selama bulan ramadhan 1427 H ini sungguh tepat. Mengapa? Ketika saya membaca salah satu hasil survey yang dilakukan oleh Time Higher Education Suplement (THES) edisi 28 Oktober 2005 ternyata NTU masuk daftar dari 200 perguruan tinggi ternama di dunia. Saya menjadi terkejut ketika saya menelaah secara cermat ternyata dari 200 perguruan tinggi tersebut NTU menempati urutan ke-48. Untuk tigkat Singapura, NTU adalah perguruan tinggi satu-satunya yang masuk dalam daftar THES tersebut. Perguruan tinggi ternama di Singapura yang selama ini saya kenal—National University of Singapore: NUS—tidak masuk dalam tabel THES. Saya menjadi lebih terkejut lagi ketika saya menemukan beberapa perguruan tinggi ternama di dunia—beberapa sudah saya kenal sejak di SMA—urutannya sedikit di atas NTU, seperti Harvard University, MIT, Cambridge University, dan Oxford University. Sementara beberapa perguruan tinggi ternama lainnya berada di bawah NTU, seperti Bristol University (urutan ke-49), Indian Institue of Technology (ke-50), Chinese University of Hongkong (ke-51), King’s College of London (ke-73), Warwick University (ke-77), dan University of Western Australia (ke-80). Untuk perguruan tinggi teknologi, dari 50 perguruan tinggi teknologi ternama di dunia, NTU berada pada urutan ke-26. Berdasarkan tabel THES, NTU mengalahkan perguruan tinggi teknologi favorit di dunia: University of Toronto (ke-31), Cornell University (ke-34), University of California (ke-36), dan Princeton University (ke-38).

Untuk membuat ranking dari 200 perguruan tinggi unggulan di dunia tersebut, THES menggunakan 4 (empat) kriteria. Keempat kriteria tersebut adalah: (1) peer review, (2) kemampuan perguruan tinggi dalam menarik mahasiswa internasional, (3) rasio fakultas dan jumlah mahasiswa, serta (4) jumlah penghargaan yang dimiliki masing-masing fakultas.

 
Copyright © 2012 LJM-UMS