QAC UMS Laksanakan Evaluasi PBM

Kantor Quality Assurance Center (QAC) UMS mulai tanggal 23 Januari sampai dengan 11 Februari 2006 melakukan koordinasi pelaksanaan evaluasi kinerja dosen dalam proses belajar mengajar (PBM) semester gasal tahun ajaran 2005/2006 sebagai bagian Program Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional/Pembelajaran (P3AI). Evaluasi PBM ditujukan kepada dosen sebagai pelaksana/penyelenggara langsung kegiatan belajar mengajar. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan model baru dimana menggunakan dua pendekatan, pertama dengan pendekatan evaluasi diri oleh dosen dan pendekatan kedua adalah evaluasi oleh mahasiswa melalui pengisian angket online. Evaluasi dilakukan kepada sekitar 700 dosen yang terdiri atas 563 dosen tetap dan selebihnya dosen tidak tetap. Mahasiswa yang akan melakukan evaluasi diperkirakan sekitar 11.000 mahasiswa dari semua program studi baik jenjang D3, D4, S1, dan S2. Responden adalah populasi mahasiswa yang masih dalam masa semester aktif yaitu mahasiswa Angkatan 2002 s/d 2005. Hal ini untuk menghindari rasa sentimen mahasiswa peserta matakuliah mengulang dan terlambat lulus.

Model baru ini dipilih setelah melakukan kajian pada model evaluasi yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri dimana perlu adanya keseimbangan informasi antara evaluasi yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap dosen dengan informasi yang dilakukan secara mandiri oleh dosen itu sendiri. Angket untuk dosen mahasiswa terdiri atas pertanyaan tertutup dan terbuka untuk memberi masukan dan usulan perbaikan di masa mendatang.

Evaluasi Mandiri oleh Dosen

Pelaksanaan evaluasi diri oleh dosen dilakukan melalui angket yang diisi oleh dosen melalui fakultas/jurusan masing-masing dengan dibantu oleh QA Officer. Pengisian evaluasi diri dosen diberikan waktu tanggal 6 hingga 21 Januari 2006.

Prinsip dasar evaluasi kinerja dosen dalam proses belajar mengajar yang dikembangkan QAC-UMS adalah bagaimana dosen bersikap legawa untuk secara mandiri melakukan evaluasi atas dirinya (evaluasi diri) sehingga hasil evaluasi bukan untuk menghakimi diri dosen. QAC tidak melakukan publikasi nilai indeks kinerja tiap dosen namun semua hasil evaluasi dari mahasiswa akan langsung diserahkan kepada dosen yang bersangkutan kemudian dosen yang bersangkutan diharapkan akan melakukan konfirmasi mandiri antara apa yang telah dilakukan dalam PBM dengan apa yang mahasiswa rasakan selama PBM.

Evaluasi on line oleh Mahasiswa

Pengisian angket on line oleh mahasiswa dilakukan dengan memanfaatkan sumberdaya laboratorium komputer yang ditunjuk untuk pengisian. Semua terminal pengisian angket melakukan akses dan penyimpanan secara on line di QAC Data Center (QACDC). Mekanisme ini untuk menjaga kerahasiaan mahasiswa dan menghindari adanya subyektivitas dosen bila melihat penilaian oleh mahasiswa.

Bekerja sama dengan Bidang IT yang ada di bawah Manajer Ir. Bana Handaga, M.T. dan Kantor BAA, QAC melakukan setting pemrograman sehingga setiap mahasiswa secra otomatis akan melakukan pengisian angket on line terhadap mata kuliah yang sesuai dengan yang tertera pada Kartu Rencana Studi (KRS) masing-masing. Program yang disusun dibuat seringkas mungkin dan mudah difahami sehingga meminimalkan timbulnya gangguan akibat kesalahan membaca petunjuk pengisian on line.

Setiap mahasiswa yang telah mengisi angket on line akan mendapatkan lembar bukti yang menjadi salah satu syarat untuk melakukan registrasi (daftar ulang) untuk perkuliahan semester berikutnya. Tanpa bukti pengisian ini maka mahasiswa tidak akan dilayani untuk registrasi.

Laboraroium yang ditunjuk sebagai tempat pengisian angket on line adalah di Lab. Komputer F. Geografi, F. Teknik, FKIP, F. Ekonomi, FIK, dan F. Psikologi.

Hasil Evaluasi : Tingkat Kepuasan dan Keluhan

Evaluasi yang dilakukan oleh mahasiswa menunjukkan bahwa penyelenggaraan PBM di UMS belum sepenuhnya memenuhi apa yang diinginkan mahasiswa, baik dari segi materi, media ajar, maupun proses pembelajaran yang berjalan di dalam kelas.

Tingkat kepuasan tertinggi adalah di Program Pascasarjana (3,19). Hal ini sesuai dengan hasil evaluasi tingkat kepuasan mahasiswa yang dilakukan Lembaga Penelitian UMS pada Tahun 2003 dimana tingkat kepuasan tertinggi dirasakan di Porgram Pascasarjana.

Keluhan mahasiswa terhadap proses pembelajaran dapat diklasifikasikan dalam 10 kategori. Keluhan terbanyak adalah berkaitan dengan metode atau strategi pembelajaran (32,19%) yang dipergunakan dosen di dalam kelas. Hal ini berkaitan dengan masih banyaknya dosen yang mengandalkan strategi ceramah dalam mengajar.

Kejelasan materi yang diberikan oleh dosen menjadi keluhan terbanyak kedua dari mahasiswa (19,76%). Hal ini perlu ditanggapi dosen dengan melakukan persiapan mengajar dan up dating pustaka dan materi ajarnya.Tentunya dapat dilakukan dengan menggunakan course outline yang memuat consept map.

Keluhan yang berasal dari dosen menyebutkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kendala pada masa persiapan dan awal perkuliahan. Mahasiswa seringkali mengikuti perkuliahan tanpa persiapan meskipun dosen sudah memberikan rencana perkuliahan pada mahasiswa sebelumnya. Terlebih mahasiswa angkatan lama seringkali tidak memberikan respon atau perhatian terhadap proses pembelajaran.

Dosen memberikan masukan pula kepada pimpinan UMS untuk dapat mengusahakan media sumber ajar yang interaktif dan up to date. Hal ini diharapkan dapat direalisasikan mengingat tantangan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin cepat.

 
Copyright © 2012 LJM-UMS