METODE PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERHASIL MENINGKATKAN KEMANDIRIAN & KEMAMPUAN BELAJAR MAHASISWA

This action research aims at improving the students� learning autonomy and their capability through the implementation of collaborative learning. The research is conducted through five cycles consisting of planning, implementing, observing and reflecting. The five cycle-research shows that the implementation of collaborative learning improves the students� learning autonomy and their capability seen from the organization of ideas, coherence and cohesion, and the structure.

Keywords: Cycle, collaborative learning, learning autonomy

Jumlah mahasiswa yang cukup banyak untuk suatu mata kuliah ketrampilan (skill), yaitu sebanyak 40 mahasiswa per kelas atau lebih menghadapi kendala dalam menangani problem mahasiswa di kelas yang meliputi kemampuan mereka dalam mengorganisasi gagasan, pemberian umpan balik, dan kemandirian mahasiswa (student learning autonomy). Hal ini juga diakibatkan rendahnya kemampuan mahasiswa dalam menuangkan gagasannya secara kohesif dan runtut sebagaimana ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Mauly (2003).

Usaha untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan antara lain dengan memberikan penjelasan yang cukup secara teoritis. Pada mata kuliah skill, memberikan contoh dan penjelasan yang lengkap tidaklah cukup. Pemberian umpan balik diperlukan dan sangat berperan dalam perbaikan karya tulis mahasiswa. Namun demikian, pemberian umpan balik secara perseorangan sangat memakan waktu. Masalah lainnya terjadi ketika pengajar mencoba memberikan umpan balik berdasarkan kesalahan umum yang dibuat mahasiswa, hal ini tidak membantu meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap kekurangan mereka.

Hal ini dikarenakan selama ini pengajaran lebih terfokus pada produk bukan pada proses. Sementara itu pendekatan yang dianggap terbaik untuk saat ini adalah pendekatan proses. Dengan lebih menekankan pada proses diharapkan mahasiswa akan lebih mandiri dan memahami langkah-langkah yang tepat.

Mengenai kemandirian siswa dalam belajar (learning autonomy), Benson dalam Nunan (2003) mendefinisikan kemandirian mahasiswa sebagai kemampuan untuk mengawasi pembelajarannya sendiri. Dengan demikian kemandirian belajar mencerminkan kesadaran mahasiswa untuk memenuhi kebutuhannya dalam belajar. Sementara itu, Little (1991) dalam Nunan (2003) mengatakan bahwa learning autonomy adalah kemampuan untuk �berdiri sendiri, refleksi kritis, membuat keputusan, dan bertindak mandiri�. Dengan demikian, mahasiswa menyadari bahwa sebagai pembelajar, ia harus bertanggung jawab atas kebutuhannya untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu.

Penelitian berdasar pendekatan proses ini menggunakan metode pembelajaran kolaboratif yang dilaksanakan pada mata kuliah keahlian oleh Mauly Halwat Hikmat dan Qanitah Masykuroh, Dosen Jurusan PBS Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS dengan didanai QAC-P3AI melalui Classroom Action Research pada Tahun 2006. Langkah-langkah yang dilakukan dalam peneilitian ini adalah sebagai berikut.

SIKLUS 1 : Strategi mengajar dengan Pembelajaran Kolaboratif (Peer response dengan panduan checklist dengan jawaban pendek (yes/no question);

SIKLUS 2 : Group work dan Peer Response;

SIKLUS III : Kelompok kecil yang terdiri dari dua orang dilanjutkan menganalisis hasil kelompok lain dengan panduan checklist dan memberikan komentar umum;

SIKLUS IV : saling memberi masukan (peer evaluation) dan menampilkan karya mahasiswa untuk dibahas secara berkelompok (masing-masing kelompok terdiri dari empat orang); dan

SIKLUS V : mahasiswa diberi tugas secara berkelompok (4 orang) berdasarkan artikel yang diberikan dosen kemudian presentasi karya kelompok di depan kelas, mahasiswa diminta untuk menulis summary dan analysis secara individual berdasarkan artikel yang mereka pilih sendiri. Mahasiswa tetap diminta untuk saling mengevaluasi tulisan temannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi belajar siswa berjalan cukup baik. Hal ini dikarenakan mereka dengan mudah memahami apa yang harus dikerjakan berdasar pengalaman memberikan respon dan kemandirian untuk menilai apa yang dilakukan. Aktivitas belajar mahasiswa secara fisik dan psikis dalam lima siklus meningkat.

Kemandirian mahasiswa

Kemandirian siswa pada siklus ini pada umumnya sudah meningkat dibandingkan dengan pertemuan pertama. Siswa mulai mengevaluasi hasilnya sendiri berdasarkan masukan dari temannya. Dosen memberikan dorongan pada mereka untuk memperbaiki sebelum diserahkan kepada dosen untuk diberikan masukan kembali.

Kemampuan mahasiswa

Kemampuan mahasiswa meningkat dalam setiap siklus.Walaupun kesalahan tetap ada, pada umumnya kesalahan tersebut berkurang pada siklus berikutnya. Demikian halnya dengan kohesitas dan koherensi karya mereka yang semakin meningkat pada siklus berikutnya.

Manajemen Kelas

Dalam pengelolaan kelas terjadi perbaikan dalam setiap siklusnya sehingga keadaan kelas terkendali dan kondusif untuk terselenggaranya kegiatan belajar-mengajar. Dosen lebih berinteraksi dengan mahasiswa untuk lebih merangsang keaktifan mereka bertanya dan lebih dekat dalam memonitor proses mereka.

Suasana Kelas

Suasana kelas lebih hidup pada setiap siklusnya. Hal ini disebabkan oleh adanya variasi tugas yang diberikan dan adanya saling mengevaluasi antara siswa baik individual maupun kelompok.

Penggunaan metode pembelajaran kolaboratif terbukti meningkatkan kemandirian mahasiswa dan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi serta beraktivitas. Hal tersebut memberikan beberapa implikasi dimana dimaksudkan untuk membuat para mahasiswa lebih mandiri dan aktif dengan belajar bersama di mana mereka saling memberi masukan. Dengan demikian diharapkan umpan balik dari sesama siswa (peer-response) akan lebih cepat diterima siswa yang bersangkutan dan selanjutnya perbaikan karya tulis akan lebih cepat dilakukan dengan tetap di bawah bimbingan pengajar.

Publikasi Utuh (full text) hasil penelitian dibiayai melalui ISS-TPSDP-P3AI yang dikelola QAC-P3AI UMS ini dapat didownload pada menu download homepage QAC-P3AI UMS.

Referensi

Hikmat, Mauly Halwat. 2003. Tingkat Kohesitas Esay Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris FKIP UMS Angkatan 2002/2003. Laporan Penelitian.

Nunan, David. 2003. Practical English Language Teaching. New York: Mc Graw-Hill.

 
Copyright © 2012 LJM-UMS