RMP : Langkah Pembangunan Mutu Akademik

Kualitas pendidikan di perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang direncanakan dan disusun. Karena itu Perguruan tinggi harus mempunyai kurikulum yang baku, baik sebagai pedoman pembelajaran, kepentingan akreditasi maupun kepentingan dalam kerjasama dengan pihak luar. Dalam pelaksanaaannya, perkuliahan harus berdasarkan kurikulum yang disusun dan direncanakan dengan baik. Kurikulum yang direncanakan harus mencakup silabus/course outline, rencana mutu pembelajaran (RMP), materi ajar, dan hand-out.

Terhitung 90% dosen UMS telah mengikuti pelatihan tentang cara mendesain pembelajaran termasuk di dalamnya tentang penyusunan silabus (course outline), rencana pembelajaran (lesson plan), materi ajar dan hand-out. Namun demikian, hal-hal tersebut memerlukan pengembangan dan penyempurnaan terus menerus dengan menyesuaikan model yang dikembangkan oleh DIKTI. Pada saat semua dosen UMS sudah memiliki Satuan Acara Perkuliahan (SAP) namun ternyata belum disesuaikan dengan format RMP dan kurang dilakukan update.

Penyusunan silabus dan RMP sangat strategis untuk (1) menunjukkan kesiapan dosen dalam mengajar pada setiap tatap muka, (2) pengembangan materi menjadi hand out dan bahan ajar, dan (3) sebagai acuan dalam monitoring dan evaluasi PBM. Pada akhirnya hal ini akan mendorong dosen untuk mendesain pembelajaran berbasis pada silabus dan RMP sesuai dengan format yang telah ditentukan. Selain itu juga mendorong dosen untuk mendukung perencanaan dan pengembangan kurikulum yang berkelanjutan.

Dalam penyusunan RMP maka dasarnya adalah dari Dokumen Mutu Akademik Program Studi yang disusun terlebih dahulu, yaitu (1) Spesifikasi Program Studi, (2) Kompetensi Lulusan, dan (3) Peta Kurikulum.

Panduan penyusunan RMP dapat diunduh disini di sini (doc file)

 
Copyright © 2012 LJM-UMS